Rabu, 12 Juni 2013

Hallloooo.... -Fiuuuuuuuhhh-

Yeaaah, setelah sekian lama punya blog ini saya baru nyadar kayaknya saya lupa memperkenalkan diri secara khusus dalam tulisan saya, hihi. weell...
Hallo, Rahatri di sini. hihihi.
tidak begitu banyak yang sedang saya lakukan selain mengkhawatirkan skripsi. wakakkaka. maklum, semester 8. Oh ya, jurusan yang saya ambil adalah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Undiksha.
selain mengkhawatirkan skripsi, saya sering mengkhawatirkan Itazura na kiss- Love in tokyo yang belum tamat. wakakakakkak... saya lagi suka-sukanya sama film ini. ada teman-teman yg suka juga? yuuk share infoo.. hihi...
-bersambung-

hahhahahahhaha

Sabtu, 01 Juni 2013

Jenggalaku

Setelah aku ckup yakin mengatakn Jenggala sudah mati, tiba2 aku merindukannya. Ternyata aku masih berharap. Aku tahu kenyataan tidak akan ckup adil membagi pertemuan, itu sebabnya aku selalu terjaga. Karena aku tahu malam akan menyatakan imajinasiku, dan aku bisa bertemu denganmu.

Jenggala, aku menyisakan ruang ksong di hatiku, untuk kau tempati.

Akhir Jenggala

jenggalaku sudah mati. jgn mgrim kbar. hujan tak akan datang. kemuning telah layu. kau sudah tandus! tanahmu gersang. Daun takkan mengulurkan hijau. ranting berpaling, bunga tak menebar wangi.
padahal kami tak pernah benar2 ingin pergi. kau yg melayu, memilih kering. mengusir kami.
Subuh datang, aku mnggigil sndiri.

Akhir Raja Rimba -2-


Mari, duduklah.
Di sampingku.
Hari ini akan kuungkap mengapa kau kusebut Jenggala.

Jenggala adalah rimba, aku adalah singa.
Singa perlu rimba untuk menjadi raja. Rimba adalah singgasana.
Aku perlu memilikimu untuk menjadi raja, karena bagiku kaulah singgasanaku.
Aku ingin menguasai singgasanamu. Menjadi satu-satunya yang kau cintai, kau pikirkan, menjadi raja di hatimu.

                 Kemudian, kau beranjak dari sampingku.
"Tapi rimba ini belum kau taklukkan, kau belum menguasai singgasana ini. Carilah rimba lain!"
Aku tersenyum. "Aku tak pernah benar-benar menaklukkannya. Karena aku tahu singgasanamu pernah dimiliki yg lain. Singgasana yg selalu kau hangatkan agar saat rajamu kembali dia tak kedinginan, tak merasa ditinggalkan."

Aku meninggalkanmu dan cinta yang masih kau simpan.
Selamat tinggal Jenggala. Satu-satunya Jenggala bernama fatamorgana.
Satu kedipan, kau menghilang.
Kenyataan menyapa di permukaan.
"Kau adalah singa, kau adalah raja. Tak ada yg tak bisa kau taklukkan. Carilah rimba yang sesungguhnya, bukan fatamorgana karena fatamorgana takkan menguatkanmu dalam nyata."

          Aku akan menemukan rimba lain, tapi mereka hanya akan kusebut rimba.
Hanya kau yang akan kusebut Jenggala. Dan Fatamorgana.

06032013

Akhir Raja Rimba -1-

Siang ini hujan.
Hujan..
dulu sempat menjadi penghubung kita. dulu kau membenci hujan, namun saat kukatakan hujan penyampai rindu, kau mulai menyukainya.
Kukira rindumu padaku, ternyata untuk dia. kukira baris puisimu buatku, tapi masih untuk dia.
Sementara kau bahkan ada pada setiap tanda baca tulisanku.
Sudah aku duga, kau masih mencintainya. Aku tak akan memaksa, namun aku hanya perlu waktu mengobati hatiku.

-Akhir Raja Rimba_Bagian 1-
05032013

Jumat, 31 Mei 2013

Sudut Hening

erimis di luar jendela. Melodi gitar dari kamar adikku memojokkanku pd sudut senyap. Keheningan. Menusuk-nusuk kepedihan. Hellios tak muncul krn sbuah doa. Pengharapan waktu terhenti karena membuat resah bocah akan kehilangan. Hellios membekap bumi dengan awan. Besar-besar dan gelap. Menenangkan ketakutan bocah pada fajar. Jam 8, harapan kosong. Mataku basah. Hellios, pada siapa aku harus mengadu?
Satu-satunya pelarianku hanyalah Dewi Muse. Berharap Orpheus memainkan harpa dan mengirimku pada kesenyapan. Memenjarakan keresahan, membekukan air mata. Mengurungku pd sebuah pelarian. Ke mana? Ulurkan tangan, siapa saja.

If I Am

if i'm ur girlfriend, i'll tell u i love u as much as i can
if i'm ur girlfriend i'll whisper to u everyday how greatful i am to have you.
if i'm ur girlfriend i'll tell u how u make feel beautiful just because u love me.
if i'm ur girlfriend...

Mari Percaya

Biarkan aku percaya,
Kalau memang aku istimewa, kalau memang kau cinta, kau akan berusaha melakukan sesuatu, menemukan jalan kita.
Bisakah kau percaya,
Kalau memang kau berbeda, kalau memang aku cinta, aku akan menyalakan lentera, memberi penanda, menunggumu di jalan ini.
Mari kita percaya,
Kalau memang kita istimewa, kalau memang aku berbeda, kalau memang kau cinta, kita akan menemukan jalan kita.

Selasa, 19 Februari 2013

DENGAN PUISI, AKU (KARYA TAUFIQ ISMAIL)


Dengan puisi,aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti.
Dengan puisi,aku bercinta
Berbatas cakcrawala.
Dengan puisi,aku mengenang
Keabadian yang akan datang.
Dengan puisi,aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris.
Dengan puisi,aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk.
Dengan puisi,aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

ku Adalah Kamu - Dialog Dini Hari Featuring Kikan & Robi Navicula


Tanah yang ku injak sama sepertimu

Langit yang kujunjung sama sepertimu
Aku tak berbeda darimu

Udara yang kuhirup, kau hirup juga
Dingin yang kau rasa, ku rasakan sama
Kita tak terlihat beda

#
Matahari takkan terlihat beda dari tempatmu

Bulan dan bintang kan terlihat sama dari tempatmu
Kan memberikan cahaya, yang sama untuk kita

##
Lalalalala...

Warna busanamu yang terlihat beda
Nada kau dendangkan sama indahnya
Harmoni symphony dunia

Kendati doa terucap beda
Anugerah yang sama kita terima
Aku adalah kamu, manusia yang sama

Back to : #,##

Nyanyian Hujan

Sebenarnya ini adaptasi dr catatan "Jenggala" Krn dimuspuskan hrus disiasati liriknya -___-

G F#/D (bner gtu nulisnya y?) c (sampe bait 3)
Terima kasih Mei
Pertemukan kita
Bukan sapa, tapi nada

Tanggal terakhir, bulan sebelas.
Aku terbakar merah
Takkan kulupa "Jika" yang kita lantunkan

Desember ingkar janji satukan kita
Kau melaju bersamanya
-nya yang tak kukenal

C D (sampe mampus~)
Inilah nyanyian hujan
satukan langit dan bumi
inilah nyanyian hujan
satukan kau dan aku

dalam fatamorgana

*originally by Ning

Smg akar/bitrus romantika narwastu ga bca ini -___-

Ning dan Kemuning

Hari ini mungkin mnjadi hari yg cukup menyedihkan.


Aku kembali teringat pada kemuning yang tumbuh di puri. ada bunga jepun, sandat, dan kemuning di teras. Msg2 memiliki sejarah, semuanya berkesan dan kusukai sampai akhirnya aku mnydari perbedaan kemuning malam itu.

Kau tahu bunga kemuning? Bntuknya kecil brwarna putih, dan wanginya... luar biasa. Aku memetiknya dan ingin ku sematkan di rambutku. Saat aku meraihnya, kemuning hancur. kelopaknya tercerai-berai. Mungkin aku meraih di bgian yg salah, aku mmtuskan memetik lagi. Kali ini dgn sgt hati2. Tapi ttp gagal. Aku memetik dgn sgt lbih hati2, kemuning ttap utuh di tanganku. Akhirnyaaa... tp blm smpt aku mnghela napas kemuning itu luruh.

Kemuning, apakah kau sangat mncintai tangkaimu? apakah kau tak ingin mnggalkan tangkai maka kau memilih mati bila hrus dipisahkan? apakah kalian slg mcntai? dan mmbuat prjanjian ttg cinta? apakah bentuk pengorbananmu bisa diterima?

Ataukah jangan-jangan kau punya luka yg lebih kelam?

Bunga yg sdg mekar adalah masa yg plg cantik dan mmbanggakan, mawar tak lbih indah saat kuncup. Mekar adlah masa yg kau tnggu sejak kau msh benih.

Tapi kemuning di pelataran puri punya cerita berbeda. Saat dia mekar sbnarnya adlah saat plg mnyakitkan baginya. Di saat mekar, saat dia begtu cantik dy hrus brpisah dgn yg dicintainya. Di saat dia mekar, saat itulah akhir hidupnya.
Kemuning akan luruh saat kau memetiknya, mmisahkannya dr pohonnya.
Saat dia sdg mekar, saat merasakan cinta saat itulah dia mnydari bhwa hr itu adlh akhir hdupnya (smg stlah brhsil mngutarakan perasaannya).

Kemuning, selain darimu aku juga belajar merelakan dr kisah ombak dan pasir. Aku sdg blajar menerima bhwa cinta tidak hrs mmliki.
Apkah kau tahu mngapa ombak menjauh stlah merengkuh pasir? Mgpa tak kau peluk org yg kau cintai selamanya, mgpa hrus kau lepaskan?
Yg ku tahu hanyalah pasir tetap dsna, selalu ada dan ombak selalu kembali walau tak harus memiliki.
Lalu burung dan pagi yg mengikat janji, kicaunya mnyambut matahari. Aku prnah mnunggu pagi krn aku ingin mndgar melodi yg dikicaukan brung yg lbh indah dr lagu cinta manapun.
Lalu kisah langit dan tanah yg hanya bersentuhan lwat hujan, tdakkah kau pkir ksh mrka mnakjubkan?
Kemuning,
Ternyata saat kau mncntai sseorg dgn tlus, ini bkn lg ttg mmliki, tp kau mmg sungguh ingin dy bahagia, dgn atau tanpa dirimu.

Kemuning,
namaku Ning.
dan bukan hanya kita yg memendam cinta.

02022012
#stres dikit :p

Kita Masih Fatamorgana

Apakah ada cara lain utk mengungkapkan rindu selain dgn kata-kata? Seharusnya tidak menyesakkan seperti ini.

Kata-kata takkan pernah habis mengupas dirimu.
mengurai rasa dengan sajak
Lewat kata-kata kita berbagi rahasia

Ada apa dengan pertemuan?
menolak berteman dengan kita
Tak mau menyapa selain Purnama Tilem
membuai rindu.
mungkin hanya aku yg rindu.

Tadi hujan deras.
Mungkin itu hujan trakhir yg akan kukirim.
Kenyataan menyeringai, mengimpit di permukaan
Kita hanya fatamorgana. Masih fatamorgana.

Hari ini ku ungkap rahasia,
masih dgn kata-kata

Minggu, 27 Januari 2013

Kau/Aku

siapa yang kau/aku impikan?
Siapa yang aku/kau rindukan?

Terjaga dgn kau yg membekas di otakku. Ini adalah kali kesekian kau bermain dalam tidurku. Antagonis dan protagonis yg kau perankan sama bagusnya.
Aku pernah membayangkan kita akan bersama dalam kehidupan sesungguhnya.Tapi ternyata kau sudah memiliki org yg kau bayangkan akan menemanimu seterusnya. Lalu bagaimana kalau aku meminta pada kehidupan selanjutnya, pada reinkarnasi stelahnya? Ternyata kau pun meminta hal yg sma pd Tuhan.
Kau dan Aku sama, doa kita sama, hanya saja org yang kita inginkan berbeda.
Aku menginginkanmu, kau menginginkan dia.

Lalu bagaimana? TAMAT. Cari orang lain!!
#gagal move on.

Jika hujan turun

Jika hujan turun besok pagi, maka aku berjanji akan menyampaikan semuanya padamu.
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menyusuri jejak langkahmu
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menghancurkan dinding yang menghalangi pertemuan kita
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menyanyikan setiap lagu yg kau dendangkan
Jika hujan turun besok pagi, akan kupastikan senyum di wajahmu takkan memudar
Jika hujan turun besok pagi, maka hari itu akan menjadi hari terindahmu.

Dan Pada Akhirnya

Aroma tubuhmu berembus menggores
rindu
Tiada lagi rona merah pada matahari
Hari tak mau berganti
Aku mengenang dengan imajinasi gila
Kita pernah bersama
Menembang nada camar
Mengubur benih rasa dalam pasir
Berlayar mencapai teluk harapan
Dan pada akhirnya
Debur memisahkan kita.

Menemukanmu

Kita bicara tidak hanya lewat kata-kata,
tetapi juga mata dan sentuhan
Dan kini belaian angin mengingatkanku pada sentuhanmu
Aroma tubuhmu dititipkan hujan pada buih laut
Garis di titik laut mengingatkanku pada sudut bibirmu
Matahari terbit dari senyummu, terbenam
di matamu
Suara camar membawa salam rinduku yang tak berkesudahan
Melagukan namamu di setiap kepakan sayap
Perahu cintaku kau riakkan di gelombangmu
Perahu ini sudah melaut sejak kemarin,
Mencari dermaga yang membentuk namamu tuk berlabuh
Mengapa tak kau nyalakan lentera agar ku bisa menemukanmu?

Tentang Jenggala

Aku berterima kasih pada Mei
bersedia mempertemukan kita
Bukan sapa, tapi nada

tanggal terakhir bulan sebelas
aku terbakar karena Merah
merajut harapan yang putus
takkan ku lupa kata "Jika" yang kita lantunkan

Desember ingkar janji
Menolak menyatukan kita
Kau melaju bersamanya
"nya" yang tak ku kenal.

Jenggala

Jenggala,
Aku tak perlu pertemuan
karena berbagi kisah tak selalu dgn pertemuan
Akan kususun satu persatu
serpihan-serpihan bayangmu, yang kadang melukai

Sel-sel imajiku mengadakanmu walau tak menyatakanmu
Tapi kita punya banyak cerita
Tentang wanginya kamboja, nada minor,
dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu
Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?
kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang
Kita juga menggigil karena subuh

Jenggala,
Kita adalah fatamorgana
penghubung kita hanyalah hujan
dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan.