Jenggala,
Aku tak perlu pertemuan
karena berbagi kisah tak selalu dgn pertemuan
Akan kususun satu persatu
serpihan-serpihan bayangmu, yang kadang melukai
Sel-sel imajiku mengadakanmu walau tak menyatakanmu
Tapi kita punya banyak cerita
Tentang wanginya kamboja, nada minor,
dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu
Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?
kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang
Kita juga menggigil karena subuh
Jenggala,
Kita adalah fatamorgana
penghubung kita hanyalah hujan
dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar