Minggu, 27 Januari 2013

Kau/Aku

siapa yang kau/aku impikan?
Siapa yang aku/kau rindukan?

Terjaga dgn kau yg membekas di otakku. Ini adalah kali kesekian kau bermain dalam tidurku. Antagonis dan protagonis yg kau perankan sama bagusnya.
Aku pernah membayangkan kita akan bersama dalam kehidupan sesungguhnya.Tapi ternyata kau sudah memiliki org yg kau bayangkan akan menemanimu seterusnya. Lalu bagaimana kalau aku meminta pada kehidupan selanjutnya, pada reinkarnasi stelahnya? Ternyata kau pun meminta hal yg sma pd Tuhan.
Kau dan Aku sama, doa kita sama, hanya saja org yang kita inginkan berbeda.
Aku menginginkanmu, kau menginginkan dia.

Lalu bagaimana? TAMAT. Cari orang lain!!
#gagal move on.

Jika hujan turun

Jika hujan turun besok pagi, maka aku berjanji akan menyampaikan semuanya padamu.
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menyusuri jejak langkahmu
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menghancurkan dinding yang menghalangi pertemuan kita
Jika hujan turun besok pagi, aku akan menyanyikan setiap lagu yg kau dendangkan
Jika hujan turun besok pagi, akan kupastikan senyum di wajahmu takkan memudar
Jika hujan turun besok pagi, maka hari itu akan menjadi hari terindahmu.

Dan Pada Akhirnya

Aroma tubuhmu berembus menggores
rindu
Tiada lagi rona merah pada matahari
Hari tak mau berganti
Aku mengenang dengan imajinasi gila
Kita pernah bersama
Menembang nada camar
Mengubur benih rasa dalam pasir
Berlayar mencapai teluk harapan
Dan pada akhirnya
Debur memisahkan kita.

Menemukanmu

Kita bicara tidak hanya lewat kata-kata,
tetapi juga mata dan sentuhan
Dan kini belaian angin mengingatkanku pada sentuhanmu
Aroma tubuhmu dititipkan hujan pada buih laut
Garis di titik laut mengingatkanku pada sudut bibirmu
Matahari terbit dari senyummu, terbenam
di matamu
Suara camar membawa salam rinduku yang tak berkesudahan
Melagukan namamu di setiap kepakan sayap
Perahu cintaku kau riakkan di gelombangmu
Perahu ini sudah melaut sejak kemarin,
Mencari dermaga yang membentuk namamu tuk berlabuh
Mengapa tak kau nyalakan lentera agar ku bisa menemukanmu?

Tentang Jenggala

Aku berterima kasih pada Mei
bersedia mempertemukan kita
Bukan sapa, tapi nada

tanggal terakhir bulan sebelas
aku terbakar karena Merah
merajut harapan yang putus
takkan ku lupa kata "Jika" yang kita lantunkan

Desember ingkar janji
Menolak menyatukan kita
Kau melaju bersamanya
"nya" yang tak ku kenal.

Jenggala

Jenggala,
Aku tak perlu pertemuan
karena berbagi kisah tak selalu dgn pertemuan
Akan kususun satu persatu
serpihan-serpihan bayangmu, yang kadang melukai

Sel-sel imajiku mengadakanmu walau tak menyatakanmu
Tapi kita punya banyak cerita
Tentang wanginya kamboja, nada minor,
dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu
Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?
kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang
Kita juga menggigil karena subuh

Jenggala,
Kita adalah fatamorgana
penghubung kita hanyalah hujan
dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan.