Selasa, 19 Februari 2013

DENGAN PUISI, AKU (KARYA TAUFIQ ISMAIL)


Dengan puisi,aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti.
Dengan puisi,aku bercinta
Berbatas cakcrawala.
Dengan puisi,aku mengenang
Keabadian yang akan datang.
Dengan puisi,aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris.
Dengan puisi,aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk.
Dengan puisi,aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

ku Adalah Kamu - Dialog Dini Hari Featuring Kikan & Robi Navicula


Tanah yang ku injak sama sepertimu

Langit yang kujunjung sama sepertimu
Aku tak berbeda darimu

Udara yang kuhirup, kau hirup juga
Dingin yang kau rasa, ku rasakan sama
Kita tak terlihat beda

#
Matahari takkan terlihat beda dari tempatmu

Bulan dan bintang kan terlihat sama dari tempatmu
Kan memberikan cahaya, yang sama untuk kita

##
Lalalalala...

Warna busanamu yang terlihat beda
Nada kau dendangkan sama indahnya
Harmoni symphony dunia

Kendati doa terucap beda
Anugerah yang sama kita terima
Aku adalah kamu, manusia yang sama

Back to : #,##

Nyanyian Hujan

Sebenarnya ini adaptasi dr catatan "Jenggala" Krn dimuspuskan hrus disiasati liriknya -___-

G F#/D (bner gtu nulisnya y?) c (sampe bait 3)
Terima kasih Mei
Pertemukan kita
Bukan sapa, tapi nada

Tanggal terakhir, bulan sebelas.
Aku terbakar merah
Takkan kulupa "Jika" yang kita lantunkan

Desember ingkar janji satukan kita
Kau melaju bersamanya
-nya yang tak kukenal

C D (sampe mampus~)
Inilah nyanyian hujan
satukan langit dan bumi
inilah nyanyian hujan
satukan kau dan aku

dalam fatamorgana

*originally by Ning

Smg akar/bitrus romantika narwastu ga bca ini -___-

Ning dan Kemuning

Hari ini mungkin mnjadi hari yg cukup menyedihkan.


Aku kembali teringat pada kemuning yang tumbuh di puri. ada bunga jepun, sandat, dan kemuning di teras. Msg2 memiliki sejarah, semuanya berkesan dan kusukai sampai akhirnya aku mnydari perbedaan kemuning malam itu.

Kau tahu bunga kemuning? Bntuknya kecil brwarna putih, dan wanginya... luar biasa. Aku memetiknya dan ingin ku sematkan di rambutku. Saat aku meraihnya, kemuning hancur. kelopaknya tercerai-berai. Mungkin aku meraih di bgian yg salah, aku mmtuskan memetik lagi. Kali ini dgn sgt hati2. Tapi ttp gagal. Aku memetik dgn sgt lbih hati2, kemuning ttap utuh di tanganku. Akhirnyaaa... tp blm smpt aku mnghela napas kemuning itu luruh.

Kemuning, apakah kau sangat mncintai tangkaimu? apakah kau tak ingin mnggalkan tangkai maka kau memilih mati bila hrus dipisahkan? apakah kalian slg mcntai? dan mmbuat prjanjian ttg cinta? apakah bentuk pengorbananmu bisa diterima?

Ataukah jangan-jangan kau punya luka yg lebih kelam?

Bunga yg sdg mekar adalah masa yg plg cantik dan mmbanggakan, mawar tak lbih indah saat kuncup. Mekar adlah masa yg kau tnggu sejak kau msh benih.

Tapi kemuning di pelataran puri punya cerita berbeda. Saat dia mekar sbnarnya adlah saat plg mnyakitkan baginya. Di saat mekar, saat dia begtu cantik dy hrus brpisah dgn yg dicintainya. Di saat dia mekar, saat itulah akhir hidupnya.
Kemuning akan luruh saat kau memetiknya, mmisahkannya dr pohonnya.
Saat dia sdg mekar, saat merasakan cinta saat itulah dia mnydari bhwa hr itu adlh akhir hdupnya (smg stlah brhsil mngutarakan perasaannya).

Kemuning, selain darimu aku juga belajar merelakan dr kisah ombak dan pasir. Aku sdg blajar menerima bhwa cinta tidak hrs mmliki.
Apkah kau tahu mngapa ombak menjauh stlah merengkuh pasir? Mgpa tak kau peluk org yg kau cintai selamanya, mgpa hrus kau lepaskan?
Yg ku tahu hanyalah pasir tetap dsna, selalu ada dan ombak selalu kembali walau tak harus memiliki.
Lalu burung dan pagi yg mengikat janji, kicaunya mnyambut matahari. Aku prnah mnunggu pagi krn aku ingin mndgar melodi yg dikicaukan brung yg lbh indah dr lagu cinta manapun.
Lalu kisah langit dan tanah yg hanya bersentuhan lwat hujan, tdakkah kau pkir ksh mrka mnakjubkan?
Kemuning,
Ternyata saat kau mncntai sseorg dgn tlus, ini bkn lg ttg mmliki, tp kau mmg sungguh ingin dy bahagia, dgn atau tanpa dirimu.

Kemuning,
namaku Ning.
dan bukan hanya kita yg memendam cinta.

02022012
#stres dikit :p

Kita Masih Fatamorgana

Apakah ada cara lain utk mengungkapkan rindu selain dgn kata-kata? Seharusnya tidak menyesakkan seperti ini.

Kata-kata takkan pernah habis mengupas dirimu.
mengurai rasa dengan sajak
Lewat kata-kata kita berbagi rahasia

Ada apa dengan pertemuan?
menolak berteman dengan kita
Tak mau menyapa selain Purnama Tilem
membuai rindu.
mungkin hanya aku yg rindu.

Tadi hujan deras.
Mungkin itu hujan trakhir yg akan kukirim.
Kenyataan menyeringai, mengimpit di permukaan
Kita hanya fatamorgana. Masih fatamorgana.

Hari ini ku ungkap rahasia,
masih dgn kata-kata