Kita bicara tidak hanya lewat kata-kata,
tetapi juga mata dan sentuhan
Dan kini belaian angin mengingatkanku pada sentuhanmu
Aroma tubuhmu dititipkan hujan pada buih laut
Garis di titik laut mengingatkanku pada sudut bibirmu
Matahari terbit dari senyummu, terbenam
di matamu
Suara camar membawa salam rinduku yang tak berkesudahan
Melagukan namamu di setiap kepakan sayap
Perahu cintaku kau riakkan di gelombangmu
Perahu ini sudah melaut sejak kemarin,
Mencari dermaga yang membentuk namamu tuk berlabuh
Mengapa tak kau nyalakan lentera agar ku bisa menemukanmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar